Rock on!

Rock on!
Paramore

Senin, 28 Desember 2009

Citra Produk & positioning

Gracia E. R.
Kelas : 3EA06
Dosen : Yanti Budiasih


Salah satu bentuk usaha yang dapat dilakukan agar mampu bersaing adalah dengan menerapkan suatu penempatan (positioning) antara produk suatu perusahaan dengan perusahaan lain. Dengan melakukan penempatan (positioning) produk, suatu produk akan membentuk citra produk tertentu di benak konsumen.
Dalam pemasaran, positioning adalah cara yang dilakukan oleh marketer untuk membangun citra atau identitas di benak konsumen untuk produk, merk atau lembaga tertentu. Positioning adalah membangun persepsi relatif satu produk dibanding produk lain. Karena penikmat produk adalah pasar, maka yang perlu dibangun adalah persepsi pasar. Reposisi produk sangat ditentukan dari sudut pandang mana konsumen melihat citra produk kita, apabila kita menerapkan family branding dalam mengembangkan produk, maka keseluruhan citra perusahaan akan sangat mempengaruhi citra produk.
Citra berperan untuk menimbulkan preferensi untuk melakukan pembelian. Citra perusahaan juga akan mempengaruhi citra produk dan selanjutnya akan mempengaruhi preferensi untuk melakukan pembelian. Pembentukan citra dipengaruhi oleh familiaritas terhadap produk dan perusahaan yang bersangkutan. Familiaritas dipengaruhi oleh banyaknya informasi yang diterima oleh konsumen yang bersumber dari pengalaman pribadi, pengalaman orang lain dan media massa. Citra merupakan suatu hal yang penting diperhatikan oleh perusahaan, apabila perusahaan memiliki citra yang baik maka produk dari perusahaan tersebut akan dapat pula diterima dengan baik dipasaran. Demikian halnya dengan citra yang dimiliki oleh produk yang dihasilkan apabila produk sebelumnya memiliki citra yang baik maka pada peluncuran produk berikutnya kemungkinan besar akan mendapat sambutan yang baik pula bagi konsumen.
Citra produk merupakan persepsi masya-rakat terhadap produk yang dihasilkan per-usahaan. Citra produk dibangun agar menjadi postitif di mata publik, baik publik yang telah menggunakan produk itu maupun potensial customer yang hendak dibidik agar mengkon-sumsi produk tersebut. Manakala citra suatu merek produk telah menancap dalam pikiran konsumen, maka pada saat dia mempunyai rencana untuk membeli barang sejenis produk tersebut , yang pertama kali muncul dalam ingatan adalah merek produk yang sudah tertancap di pikirannya . Sehingga secara reflek mereka membelinya. Citra produk akan meningkat apabila produk bermutu tinggi dan terus-menerus mengalami perbaikan. Mutu produk diba-ngun dengan cara melakukan continuous improvement di segala aspek. Peningkatan kualitas perlu dibarengi dengan promosi memperkenalkan keunggulan produk terse-but. Pada masa sekarang dengan ramainya persaingan bisa saja terjadi produk yang sebenarnya bagus namun tidak sukses di pasar karena tidak dikenal oleh publik, gara-gara publik telah dibanjiri oleh informasi produk yang bertubi-tubi dari para pesaing.

Sumber :
Ø http://kopisusu.wordpress.com/category/manajemen-produk/
Ø http://one.indoskripsi.com/judul-skripsi/manajemen/pengaruh-penempatan-positioning-produk-terhadap-citra-produk-studi-pada-peng
Ø http://www.pertamina.com/index.php?option=com_content&task=view&id=3020&Itemid=341
Ø http://karya-ilmiah.um.ac.id/index.php/manajemen/article/view/2890

Riset Pemasaran

Gracia E. R.
Kelas : 3EA06
Dosen : Yanti Budiasih


Riset Pemasaran merupakan kegiatan penelitian dibidang pemasaran yang dilakukan secara sistematis mulai dari perumusan masalah, tujuan penelitian, pengumpulan data, pengolahan data dan interprestasi hasil penelitian.
Dalam pemasaran, istilah pasar merujuk kepada kelompok atau organisasi konsumen yang tertarik dengan produk, memiliki sumber daya untuk membeli produk, dan diperbolehkan oleh undang-undang dan peraturan lainnya untuk mendapatkan produk. Diawali dengan jumlah penduduk, berbagai istilah yang digunakan untuk menggambarkan pasar berdasarkan tingkat semakin kecil: - Total populasi. - Potensi pasar: mereka yang total penduduk yang mempunyai kepentingan dalam mendapatkan produk. - Tersedia pasar: orang-orang dalam yang memiliki potensi pasar cukup uang untuk membeli produk. Berkualitas tersedia pasar: mereka yang tersedia di pasar yang secara legal diizinkan untuk membeli produk. - Target pasar: segmen dari pasar yang tersedia kualifikasi perusahaan telah memutuskan untuk melayani (yang melayani pasar). Merambah pasar: orang-orang di pasar sasaran yang telah membeli produk.

Riset pemasaran terdiri dari 10 tahap yaitu:
Ø Menetapkan masalah riset
Ø Penentuan desain riset
Ø Metode pengumpulan data (primer atau sekunder)
Ø Penentuan desain pertanyaan, skala dan alat analisis
Ø Menentukan metode pengambilan sampel dari populasi yang diteliti
Ø Penulisan dan penyampaian proposal riset.
Ø Pengumpulan data
Ø Pengeditan, pengkodean, dan penginputan data
Ø Analisis dan penginterpretasian hasil riset
Ø Penulisan dan penyampaian laporan akhir

Ada beberapa bentuk riset pemasaran yang dapat dipertimbangkan, yang dikelompokkan ke dalam empat jenis dasar, yaitu:•Internal-analisis catatan penjualan, tingkat periklanan, harga versus volume, dan sebagainya.•Eksternal-menggunakan sumber daya di luar organisasi untuk melengkapi riset internal.•Reaktif-jawaban kuisioner, wawancara terstruktur, dan sebagainya.•Non reaktif-interpretasi terhadap fenomena yang diamati, misalnya merekam pelanggan di toko, mendengarkan panel pelanggan, dan sebagainya.

Riset pemasaran perlu dipahami sebagai sebuah input. Riset bukanlah hasil akhir yang kita inginkan, data riset justru berfungsi sebagai input yang akan kita olah lebih lanjut sesuai dengan tujuan dan kebutuhan kita. Contohnya, apabila kita melakukan riset pemasaran sebelum meluncurkan produk baru, riset bukanlah penentu apakah kita akan memasarkan produk tersebut atau tidak. Riset merupakan input yang nantinya akan kita olah menjadi strategi pemasaran. Sebagai sebuah input riset akan memberikan output. Output ini yang membuat riset menjadi hal yang penting dan dibutuhkan, yaitu informasi. Informasi dari riset dapat berupa data respons konsumen terhadap produk, profil konsumen baik dari segi demografi maupun psikografi, persepsi konsumen terhadap merek dan produk, serta banyak lagi hal yang lain.

Dalam membahas riset pemasaran dibedakan dalam dua tujuan, yakni penelitian teoritis atau akademis (theoritical research) dan penelitian terapan (applied research). Penelitian teoritis umumnya dilakukan oleh akademisi dan lebih berfokus pada pembuktian, evaluasi, atau pengembangan dari teori-teori pemasaran. Sedangkan penelitian terapan berfokus pada proses pengambilan keputusan dalam pemasaran.Penelitian teoritis cenderung lebih ketat dalam sistematika pelaporan risetnya. Sedangkan penelitian terapan, baik dilakukan oleh praktisi maupun akademisi, cenderung lebih praktis. Namun keduanya dapat memiliki kompleksitas masalah dari yang paling sederhana hingga yang cukup rumit. Tentunya tulisan-tulisan dalam blog ini dibahas berdasar pendekatan penelitian terapan, yang lebih bertujuan pada pengambilan keputusan pemasaran secara praktis.Istilah riset pemasaran (marketing research) seringkali dirancukan dengan riset pasar (market research). Sesungguhnya ada perbedaan tersendiri di antara kedua istilah ini. Riset pasar berfokus pada pasar yang telah ditentukan dengan produk barang atau jasa yang spesifik. Sedangkan riset pemasaran diartikan secara meluas, tidak terpaku pada penelitian aspek dari pasar atau produk saja. Dengan kata lain riset pasar merupakan bagian dari riset pemasaran.




Sumber :
Ø http://one.indoskripsi.com/judul-skripsi-tugas-makalah/manajemen-pemasaran/riset-pemasaran
Ø http://www.midas-solusi.com/knowledge-space,en,detail,39,tahap-tahap-melakukan-riset-pemasaran
Ø http://rson-r-son.blogspot.com/2009/05/riset-pemasaran.html
Ø http://id.reingex.com/id85.asp
Ø http://economy.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/01/07/23/73376/memanfaatkan-data-riset-pemasaran
Ø http://www.sigmaresearch.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=49:apa-itu-riset-pemasaran&catid=34:berita-utama&Itemid=67